Aku memang lemah
Aku mudah terjatuh
bahkan mungkin aku terlahir dengan 1 hati yang hampir-hampir tidak pernah menyentuh kebahagiaan
Tapi Tuhan memang Adil,
Dibalik air mata yang menetes
selalu kutemukan kedamaian yang hanya dirasakan oleh peri kecil sepertiku
Aku ingin berdiri,
Aku ingin mengejar mimpi,
berlari menuju lembah kedamaian,
menyelam di Samudra kebahagian,
mengikuti alur cahaya kehidupan,
dan berhenti pada sunyinya kematian
Kalau saja Tuhan memberikanku satu kali lagi kesempatan hidup
aku ingin terlahir bukan menjadi peri yang lemah
bukan menjadi peri yang mudah patah sayapnya
tapi,
menjadi peri yang selalu mengepakkan sayapnya,
mampu menerangi dunia
dan yang terus memberikan senyuman termanis untuk mereka
walau rasa perih seperti apapun menusuk relung hatinya
Jumat, 21 Januari 2011
aku... (sepenggal sajak dari novel gw --> is it a true love?)
Aku..
Aku seolah peri kecil yang kesepian
Kadang cahayaku mampu menerangi hari-hari yang kelam
atau..
bahkan terkadang redup
menghilang dibalik kegelapan malam.
Kala malam tiba
rasa takut ini kembali muncul,
ketakutan yang hanya dirasakan oleh peri kecil sepertiku.
Tak ingin rasanya berbagi kesedihan ini dengan yang lain,
tak ingin rasanya ketakutan ini hinggap padanya.
Yang terpancar kini hanya senyum palsu
menahan rasa perih yang hampir-hampir tidak bisa terbendung lagi
Aku peri kecil yang lemah..
Bagai di Negeri Dongeng,
berharap sesosok pangeran mengajakku pergi menembus awan,
menjauhi jurang kesedihan
dan bahkan mendekati telaga kebahagiaan.
Terlalu lelap dengan khayalanku,
tanpa tersadar pada kenyataannya
cahaya ini terus meredup
dan bahkan hampir menghilang ditelan dinginnya malam
Aku peri kecil
yang hanya ingin bahagia di sisa-sisa akhir hidupku..
Aku seolah peri kecil yang kesepian
Kadang cahayaku mampu menerangi hari-hari yang kelam
atau..
bahkan terkadang redup
menghilang dibalik kegelapan malam.
Kala malam tiba
rasa takut ini kembali muncul,
ketakutan yang hanya dirasakan oleh peri kecil sepertiku.
Tak ingin rasanya berbagi kesedihan ini dengan yang lain,
tak ingin rasanya ketakutan ini hinggap padanya.
Yang terpancar kini hanya senyum palsu
menahan rasa perih yang hampir-hampir tidak bisa terbendung lagi
Aku peri kecil yang lemah..
Bagai di Negeri Dongeng,
berharap sesosok pangeran mengajakku pergi menembus awan,
menjauhi jurang kesedihan
dan bahkan mendekati telaga kebahagiaan.
Terlalu lelap dengan khayalanku,
tanpa tersadar pada kenyataannya
cahaya ini terus meredup
dan bahkan hampir menghilang ditelan dinginnya malam
Aku peri kecil
yang hanya ingin bahagia di sisa-sisa akhir hidupku..
Langganan:
Postingan (Atom)
